Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Kota Malang memiliki cita-cita yang disebut sebagai Tri Bina Cita Kota Malang yaitu Malang sebagai Kota Pendidikan, Malang sebagai Kota Industri, dan Malang sebagai Kota Pariwisata. Sebagai kota industri, Kota Malang memiliki pola pertumbuhan industri yang unik, dimana sebagian besar industrinya disokong oleh sektor industri kecil dan mikro. Hanya terdapat beberapa industri manufaktur besar yang terdapat di Kota Malang sebagian disusun atas industri manufaktur padat karya. Salah satu industri unggulan Kota Malang adalah industri keramik dan gerabah yang berada di Kelurahan Dinoyo dan Keluarahan Pananggunan Kota Malang.

Sejarah industri keramik di Kota Malang dimulai pada tahun 1953 saat pembentukan Lembaga Penyelenggara Perusahaan-Perusahaan Industri Departemen Perindustrian (LEPPIN). Kemudian muncul perusahaan keramik percontohan di daerah-daerah KY 1 Jakarta, KY 2 Loka Surabaya, KY 3 Purwokerto, KY 4 Mayong Jepara, KY 6 Tulungagung. Tahun 1957, LEPPIN mendirikan Pabrik Keramik Dinoyo yang berada di Kota Malang dan diresmikan wakil Presiden Moh. Hatta dengan nama KY 5. Pablik Keramik Dinoyo merupakan pilot project pengolahan keramik dengan menafaatkan teknologi baru yang lebih maju pada saat itu, yaitu dengan sistem cetak tuang (slip casting) & putar tekan (jiggering). Produk yang dihasilkan antara lain: piring, cangkir, moci, basi, sehingga dikenal dengan pabrik piring. Tahun 1962 KY membentuk unit-unit produksi Dinoyo 1, 2, 3 & Betek 1, 2, 3. Bahan baku di suplai dari KY, unit-unit menyiapkan barang setengah jadi (biskuit). Tahun 1968 unit-unit memisahkan diri dari induk/KY untuk mengembangkan usahanya sendiri tetapi masih menggantungkan pembinaan dan suplai bahan baku dari induk. Pada saat itu berkembang juga keramik hias berbentuk boneka (keramik noveltis).[1]

Seiring dengan berjalannya waktu, pabrik keramik yang berlokasi di Dinoyo mengalami stagnasi dan akhirnya ditutup. Penyebab tutupnya pabrik tersebut masih menjadi misteri. Penutupan industri keramik dinoyo berdampak pada masyarakat sekitar yang bekerja sebagai pengrajin. Banyak diantara mereka yang merintis industri keramik skala rumah tangga (home industries) yang tersebar di Kelurahan Dinoyo dan Kelurahan Pananggunan. Home industries keramik tersebut kini berkembang dan menjadi sentra industri keramik di Kota Malang dan dikenal oleh masyarakat luas.

Perkembangan industri keramik di Kelurahan Dinoyo tidak terlepas dari keuletan pengrajin yang terus berinovasi terhadap produk-produk keramik yang dihasilkan. Para pengrajin yang berkacamata dari perkembangan keramik Cina, kemudian mengembangkan keramik semi porselen. Ciri khas dari produk keramik dinoyo terletak pada warna dan desain natural yang mencirikan negara tropis. Bentuk dan fungsinya pun bervariasi seperti wadah aromaterapi, vas bunga, guci hias, sovenir dan lain-lain.[2]  . Produk-produk keramik Dinoyo banyak dipasarkan di Kota-Kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Denpasar, hingga Medan. Disamping itu, pengrajin juga sering mengikuti acara pemeran produk UMKM yang diselenggarakan oleh pemerintah baik skala regional, provinsi, nasional maupun internasional. Salah satu prestasi yang ditorehkan oleh pengrajin keramik dinoyo (H Samsul : ketua paguyuban pengusaha kermaik dinoyo) dalam mengenalkan produk keramik khas Dinoyo agar dikenal oleh masyarakat dunia adalah berpartisipasi dalam pemeran produk keramik tingkat internasional diberbagai negara di dunia seperti Malaysia, Thailang, Singapura, Jepan, Eropa, dan Amerka.

Kondisi tersebut memberikan dampak positif baik ekonomi, sosial dan budaya kepada masyarakat sekitar Kelurahan Dinoyo khususnya pengrajin.  Hal tersebut, membuat Pemerintah Kota Malang menjadikan sentra industri tersebut sebagai salah satu tujuan wisata yang dikemas dengan konsep Kampung Keramik Dinoyo. Pengembangan kampung wisata keramik dinoyo bertujuan untuk memberikan edukasi sejarah keramik nusantara khususnya keramik dinoyo kepada wisatawan serta berinteraksi langsung dengan pengrajin kermaik.

Dalam mempopulerkan Kampung Keramik Diniyo, Pemerintah Kota Malang dalam hal ini dinas pariwisata yang bekerjasama dengan paguyuban pengusaha keramik membuat Program Festival Keramik Dinoyo yang diselenggarakan setiap tahun. Tujuan dari program tersebut adalah untuk menarik masyarakat umum khsusunya wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke “Kampung Wisata Keramik Dinoyo”. Cara tersebut ternyata sangat efektif, terbukti setiap tahunnya pengunjung festival tersebut terus mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah pengunjung festival keramik di Kota Malang berdampak pada tingginya permintaan konsumen, baik konsumen domestrik ataupun mancanegara terhadap produk-produk keramik yang ada disentra usaha keramik dinoyo dan berdampak pada popularitas produk keramik Dinoyo.

Selain mengadakan festival tahunan, ketua paguyuban pengrajin keramik, H Samsul menginisiasi untuk membuat program “short course” selama liburan anak sekolah (Play Group hingga SMA) diakhir tahun. Program tersebut bertujuan untuk mengenalkan anak sekolah terhadap keramik dinoyo. Selama program “short course”, siswa diberikan pemahan tentang sejarah industri keramik dinoyo, melihat langsung proses pembuatan di studio produksi, hingga praktik langsung pembuatan keramik. Program tersebut ternyata tidak hanya diperuntukan untuk siswa usia sekolah, namun terkadang banyak juga mahasiswa baik yang ada di Kota Malang maupun luar kota malang berkunjung ke kampung keramik dinoyo khusnsya digalery beliau “Cinderamata Keramik” untuk mengetahui sejarah hingga proses pembuatan keramik khas dinoyo.

Dampak yang dapat dirasakan oleh pengusaha dan pengrajin keramik di Kampung Keramik Dinoyo dari kegiatan dan program yang telah diselenggarakan oleh paguyuban pengusaha keramik dengan Pemerintah Kota Malang adalah meningkatnya permintaan terhadap produk keramik dan industri keramik kota malang terus mengalami perkembangan. Hal tersebut menjadikan pengrajin terus melakukan kreasi dan inovasi terhadap produk-produk keramik khas kota malang agar terus mampu bersaing dengan industri sejenis di pasaran baik pasar domestik maupun internasional.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s